16
Des
09

POTRET WANITA INDONESIA KINI: REFLEKSI HARI IBU

PRITA Mulyasari, Manohara Odelia Pinot, Sri Mulyani, Minah dan Ester Tanak. Para wanita ini hari-hari terakhir banyak diberitakan media. Prita Mulyasari muncul sebagai sosok yang terpaksa harus berhadapan hukum dikarenakan ekspresinya dalam mengemukakan pendapat. Pengadilan sempat memvonis Prita dengan kewajiban denda Rp. 204 juta. Simpati kepada Prita kembali mengalir deras, sampai-sampai ‘Koin Peduli Prita’ berhasil menembus Rp. 448 juta pada Selasa (15/12). Fenomenal memang.

Setelah sempat meredup, nama Manohara kembali mencuat dengan pemberitaan vonis pengadilan Malaysia terhadap dirinya yang harus membayar denda sekitar Rp. 3 M. Walau simpati masyarakat masih terfokus kepada Prita, tak urung kasus Manohara ini kembali menjadi buah bibir.

Lantas sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dengan tidak mencoba ikut berpolemik terhadap kasus Bank Century yang tengah ramai dibicarakan, namun dunia mengakui jika Sri Mulyani merupakan wanita pintar dan berfikiran cemerlang. Perdebatan masih terus mengalir. Belum tahu dan sulit diprediksi apakah Sri Mulyani mampu melalui persoalan ini atau tidak.

Minah, seorang nenek yang hanya karena mengambil 3 biji kakao harus terbelit hukum. Bisa dibayangkan, seorang nenek miskin yang berbahasa Indonesia saja tidak bisa mesti bolak balik kantor polisi dan pengadilan sampai berbulan-bulan.

Terakhir, Ester Tanak. Oknum jaksa ini disidang karena keterkaitan dengan Narkoba. Miris memang, seorang jaksa seharusnya memberi teladan hukum di tengah masyarakat. Bukan malah melanggar aturan hukum itu sendiri.

5 sosok ini tentu tidak dapat dikatakan sepenuhnya mewakili kaum wanita Indonesia dalam perspektif kekinian. Namun setidaknya, wanita-wanita tadi memang ada saat ini. Prita dan Minah apakah bisa disebut sebagai sosok yang ‘terdzalimi’ oleh hukum kita? Ataukah Manohara merupakan sosok remaja yang gagal berumahtangga? Sementara Sri Mulyani merupakan salah satu dari sedikit wanita cerdas? Kemudian sosok Ester Tanak, entah apakah karena tuntutan ekonomi atau kesempatan yang terbuka?

Untung saja di Indonesia tidak ada sosok seperti Miyabi. Walau demikian  Miyabi-Miyabi lainnya masih sangat bebas berkeliaran. Namun demikian, wanita merupakan sosok yang terhormat dan bahkan sangat terhormat. Banyak nilai-nilai filosofi yang diajarkan sejak kecil bagaimana terhormatnya kaum hawa ini.

Pernghormatan tentu harus diaplikasikan dalam semua lini kehidupan. Mulai sekarang, mari kembali kita aktualisasikan kembali rasa sayang kita kepada ibu, kepada isteri, kepada nenek, kepada mbak, kepada adik, kepada anak, kepada pacar dan lain-lain. Kasih sayang kita yang tulus tentu akan berbuah manis dalam perjalanan spritual dan moral kita. Yakin? Pasti Bisa!


1 Response to “POTRET WANITA INDONESIA KINI: REFLEKSI HARI IBU”


  1. Desember 17, 2009 pukul 3:24 am

    Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.

    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.

    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.

    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!

    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    ————————————————

    INDONESIA GO KHILAFAH 2010

    “Begin the Revolution with Basmallah”

    ————————————————


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: