18
Des
09

KOMENTAR MUKLIS GUMILANG

muklis gumilang Desember 18, 2009 pukul 1:26 am

Dalam perjalanan menuju Senayan aku melintasi pekuburan karet
tumben aku teringat Chairil Anwar dan menepi sejenak

Bung Chairil yang ingin hidup seribu tahun lagi tetapi sayang mati muda
… See More
Sajak-sajakmu bung, yang patriotik galak menyentak tak pernah usang memanggang semangatku

Bung Chairil, karena bung tak hidup sampai seribu tahun maka bung tak menyaksikan
berjuta kata berhamburan setiap hari di fesbuk di mana-mana

Negara kita telah menjadi negara demokrasi multi partai sekarang
orang menjadi ketua partai dengan uang dari cukong dan entah dari mana
partai-partai mirip perusahaan dagang, menjual harga diri murah sekali
jabatan dan kekuasaan semuanya serba transaksional bung

Orang mau jadi Bupati, Gubernur, Presiden, harus pakai uang banyak bung
entah dari mana
buat biaya tim sukses, survey, iklan dan sebagainya
termasuk untuk membeli beliau-beliau yang katanya pemuka agama

Rakyat miskin sangat banyak bung
mungkin jumlahnya tak jauh berbeda dengan saat bung masih hidup, mungkin lebih
dan rakyat miskin itu suaranya dibeli murah cuma dengan beberapa puluh ribu rupiah
oleh yang namanya tim sukses itu dengan sumber dana entah dari mana
rakyat miskin itu memang kasihan karena mereka tak mengerti
karena para pemuka agama juga banyak yang memberi contoh begitu
tetapi harganya beda dong bung

Seandainya bung masih hidup seperti apa kira-kira sajak yang bung tulis
tentang semua keadaan ini?

Ngomong-ngomong bung, apakah dari sana masih bisa menyaksikan semua ini
dan apakah bisa mendapat bocoran dari malaikat tentang
seperti apa para penguasa negara kita dalam penilaian Tuhan?

Sebuah Senin di Bulan Desember Muklis Gumilang


1 Response to “KOMENTAR MUKLIS GUMILANG”


  1. Oktober 1, 2010 pukul 11:06 am

    secara fisik Raganya telah mati dan moksa. tetapi secara jiwa, semangat, Mimpinya, Gagasanya, dan cintanya adalah kehidupan yang abadi menyelimuti setiap generasi penerus bangsa ini dan mengalir hangat dalam darah seperti Matahari…Chairil Anwar memaknai 1000 tahun kiranya demikin Bung!…=)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: